Postingan

Menata Ulang Skema KUR dan Penghapusan Piutang untuk UMKM Naik Kelas

Gambar
  Menata Ulang Skema KUR dan Penghapusan Piutang untuk UMKM Naik Kelas Oleh: Rioberto Sidauruk* Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan penghapusan piutang macet kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan dua instrumen strategis dalam kebijakan afirmatif negara terhadap ekonomi rakyat. Namun, berdasarkan pengamatan publik atas proses-proses kebijakan yang berlangsung secara terbuka, sejumlah persoalan serius muncul, baik dalam tataran implementasi teknis maupun dalam konsistensi nilai yang mendasarinya. Sebagaimana diketahui, program KUR dirancang sebagai kebijakan subsidi silang negara untuk mendorong inklusi keuangan dan penguatan daya saing ekonomi masyarakat kecil. Dalam struktur dasarnya, negara menanggung sebagian bunga pinjaman melalui skema subsidi, agar UMKM dapat memperoleh modal usaha dengan syarat yang ringan, cepat, dan mudah. Maka dari itu, penting dipahami bahwa KUR bukanlah produk perbankan biasa yang sepenuhnya dikendalikan oleh mekanisme p...

"Menjaga Maruah Industri Nasional di Tengah Perang Dagang Global"

Gambar
Menjaga Maruah Industri Nasional di Tengah Perang Dagang Global Oleh: Rioberto Sidauruk Perang Dagang dan Peringatan untuk Indonesia Di tengah semakin intensnya perang dagang antara Washington dan Beijing, Indonesia dihadapkan pada dilema yang cukup besar: terjebak sebagai korban dalam tarik-menarik dua kekuatan besar dunia, atau justru muncul sebagai pemain strategis dalam rantai pasok global. Pada Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri Perindustrian pada 29 April 2025, terungkap kesadaran bersama akan pentingnya memperkuat daya tahan industri nasional di tengah kebijakan proteksionisme Amerika Serikat. Penerapan tarif tambahan 32% terhadap ekspor Indonesia ke AS memunculkan kekhawatiran yang lebih luas, bukan hanya pada neraca perdagangan, tetapi juga terhadap ancaman terhadap tenaga kerja, banjirnya produk asing, serta dislokasi pasar bagi pelaku industri lokal. Berbagai fraksi di Komisi VII memberikan catatan kritis terkait revitalisasi sektor padat karya, dukungan terha...

“Menantang Proteksionisme dan Unilateralisme untuk Memenangkan Industri Nasional Indonesia”

Gambar
  “Menantang Proteksionisme dan Unilateralisme untuk Memenangkan Industri Nasional Indonesia” Oleh: Rioberto Sidauruk Ketua DPP HAPI/ Pemerhati Hukum Ekonomi Kerakyatan dan Peneliti Industri Strategis Sudah saatnya Indonesia berhenti menjadi penonton dalam pertarungan besar perdagangan dunia. Dunia kini diramaikan oleh unilateralisme dan proteksionisme yang menciptakan ketidakpastian global. Jika kita hanya diam dan bersikap reaktif, industri nasional akan terus tertinggal dan menjadi korban dari permainan negara-negara besar. Unilateralisme — negara bertindak semaunya sendiri tanpa menghormati tatanan global — telah merusak keadilan perdagangan. Proteksionisme — menutup pintu untuk kompetisi sehat — semakin memperparah keadaan. Lihatlah bagaimana Amerika Serikat di bawah Donald Trump secara sepihak menaikkan tarif baja dan aluminium. Ini bukan lagi sekadar kebijakan; ini serangan terbuka terhadap semangat globalisasi yang adil. Indonesia tidak boleh naif. Proteksi buta te...

"Koperasi Bangkit, Rakyat Sejahtera: Meneguhkan Peran UU Koperasi”

Gambar
  "Koperasi Bangkit, Rakyat Sejahtera: Meneguhkan Peran UU Koperasi” Oleh: Rioberto Sidauruk* Koperasi bukan sekadar badan usaha. Gerakan usaha kolektif masyarakat Indonesia adalah simbol perjuangan ekonomi rakyat Indonesia—dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Di tengah dinamika globalisasi dan ketimpangan distribusi kekayaan, koperasi menjadi solusi struktural yang menjembatani antara idealisme ekonomi keadilan sosial dan kebutuhan pragmatis peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks inilah, urgensi pembentukan Undang-Undang Koperasi yang baru menjadi sangat penting. Landasan hukum utama koperasi sebagaimana Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 , yang secara tegas menyatakan bahwa "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan". Inilah bentuk paling nyata dari cita-cita demokrasi ekonomi yang membedakan sistem ekonomi Indonesia dengan model kapitalistik liberal. Di sinilah koperasi menemukan tempatnya secara konstitus...

"Regulasi Pangan Butuh Pembaruan: Industri Harus Jadi Penyangga, Bukan Pemangsa!"

Gambar
  "Regulasi Pangan Butuh Pembaruan: Industri Harus Jadi Penyangga, Bukan Pemangsa!" Oleh: Rioberto Sidauruk Pemerhati Hukum Ekonomi Politik/Peneliti Industri Strategis   Ketahanan pangan telah lama menjadi isu strategis nasional, terlebih dalam situasi global yang semakin tidak menentu. Namun sering kali, diskursus tentang pangan hanya terpaku pada soal ketersediaan dan harga bahan pangan, sementara aspek yang lebih fundamental seperti kedaulatan dan kemandirian pangan luput dari perhatian. Padahal, ketiganya harus berjalan beriringan—dan salah satu penopangnya yang paling vital adalah regulasi industri pangan . Dalam konteks Indonesia sebagai negara agraris yang tengah tumbuh menjadi kekuatan industri, peran sektor industri dalam membangun sistem pangan nasional tak bisa diabaikan. Industri pangan tidak hanya berfungsi sebagai pengolah hasil pertanian, tetapi juga sebagai jembatan antara petani dan pasar. Namun, dalam praktiknya, banyak tantangan regulatif yang...

“Pariwisata Hijau: Ekonomi Sirkular untuk Masa Depan Bumi”

Gambar
  “Pariwisata Hijau: Ekonomi Sirkular untuk Masa Depan Bumi” Oleh: Rioberto Sidauruk Pemerhati Kebijakan Publik dan Lingkungan, Aktif mendampingi isu industri, pariwisata, UKM dan ekonomi kreatif.   Hari Bumi bukan sekadar pengingat tahunan, melainkan seruan mendesak untuk menyelamatkan planet ini. Setiap tanggal 22 April, dunia memperingati Hari Bumi sebagai panggilan moral kolektif untuk menjaga lingkungan hidup. Peringatan ini tidak lagi bersifat simbolik semata, melainkan menjadi sangat relevan di tengah situasi krisis global yang makin mengkhawatirkan. Laporan penting PBB tahun 2021 bertajuk Making Peace With Nature secara gamblang menegaskan bahwa dunia kini menghadapi tiga ancaman besar secara bersamaan: (1) perubahan iklim, (2) kehilangan keanekaragaman hayati, dan (3) pencemaran lingkungan . Ketiga krisis ini saling berkaitan dan memperparah satu sama lain, menuntut aksi nyata dan kolaboratif lintas negara. Dalam konteks inilah, The 37th CAP-CSA Joint Comm...
Gambar
  UMKM Indonesia dan ASEAN Vision 2045: Melangkah Pasti di Tengah Ketidakpastian Oleh: Rioberto Sidauruk * Ketika ASEAN mencanangkan ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015, banyak pelaku UMKM di kawasan ini memandangnya sebagai ancaman. Bayang-bayang produk asing yang lebih kompetitif, ketimpangan akses pasar, hingga regulasi yang kompleks membuat UMKM dihadapkan pada tantangan besar. Namun kini, satu dekade berselang, ASEAN tengah menyiapkan loncatan strategis baru: ASEAN Vision 2045 . Visi ini tidak hanya melanjutkan cita-cita integrasi ekonomi kawasan, tapi juga memperluas cakupan pada isu yang jauh lebih dinamis: transformasi digital, transisi hijau, dan penguatan keterhubungan antarnegara. Dunia pun tidak lagi stabil seperti dulu. Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, yang kembali mencuat dalam bentuk kebijakan tarif tinggi (Trump Tariff), memengaruhi rantai pasok global, harga bahan baku, dan pasar ekspor. Ketegangan geopolitik semacam ini menyelimuti l...